Sabtu, 16 November 2013
Minggu, 10 November 2013
Minggu, 03 November 2013
Ilmuwan Berhasil Menciptakan Darah Buatan dari Ekstrak Cacing Laut
Ilmuwan berhasil mengkreasikan darah buatan dari bahan garam mineral, air, dan protein hemerythrin yang diekstrak dari cacing laut.
Radu Silaghi-Dumitrescu dari Babes-Bolyai University di Cluj-Napoca berharap bahwa darah buatan itu bisa mencukupi permintaan darah dan mencegah penularan penyakit lewat transfusi.

Silaghi-Dumitrescu yang menciptakan darah buatan itu bahkan berangan-angan bahwa di masa depan mungkin akan ada produk darah instan. Darah instan itu layaknya kopi instan atau minuman kemasan sachet, bisa digunakan setelah dicampur dengan air.
Upaya Silaghi-Dumitrescu adalah suatu keberhasilan. Selama ini, usaha mengkreasi darah buatan selalu gagal karena senyawa yang dipakai tak tahan tekanan fisik dan kimia.
Silaghi-Dumitrescu memakai hemerythrin dari cacing laut karena dipandang lebih tahan tekanan daripada hemoglobin. Hemoglobin adalah protein darah yang berfungsi mengikat oksigen, membantu transfer oksigen ke setiap sel tubuh.

Darah buatan Silaghi-Dumitrescu telah diujicobakan pada mencit, dan hewan percobaan tak mengalami efek samping. "Mencit yang diuji coba dengan darah buatan 'Made in Cuj' tidak mengalami efek samping, dan ini yang kita inginkan," katanya seperti dikutip Softpedia.
Darah buatan ini diharapkan bisa menggantikan fungsi darah asli pada manusia selama beberapa jam atau mungkin sehari penuh.
Dalam jangka waktu tersebut, tubuh seseorang yang kehilangan banyak darah bisa menghasilkan darah yang cukup untuk menggantikannya lagi. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, darah buatan ini akan diujicobakan pada manusia.
Radu Silaghi-Dumitrescu dari Babes-Bolyai University di Cluj-Napoca berharap bahwa darah buatan itu bisa mencukupi permintaan darah dan mencegah penularan penyakit lewat transfusi.
Silaghi-Dumitrescu yang menciptakan darah buatan itu bahkan berangan-angan bahwa di masa depan mungkin akan ada produk darah instan. Darah instan itu layaknya kopi instan atau minuman kemasan sachet, bisa digunakan setelah dicampur dengan air.
Upaya Silaghi-Dumitrescu adalah suatu keberhasilan. Selama ini, usaha mengkreasi darah buatan selalu gagal karena senyawa yang dipakai tak tahan tekanan fisik dan kimia.
Silaghi-Dumitrescu memakai hemerythrin dari cacing laut karena dipandang lebih tahan tekanan daripada hemoglobin. Hemoglobin adalah protein darah yang berfungsi mengikat oksigen, membantu transfer oksigen ke setiap sel tubuh.
Darah buatan Silaghi-Dumitrescu telah diujicobakan pada mencit, dan hewan percobaan tak mengalami efek samping. "Mencit yang diuji coba dengan darah buatan 'Made in Cuj' tidak mengalami efek samping, dan ini yang kita inginkan," katanya seperti dikutip Softpedia.
Darah buatan ini diharapkan bisa menggantikan fungsi darah asli pada manusia selama beberapa jam atau mungkin sehari penuh.
Dalam jangka waktu tersebut, tubuh seseorang yang kehilangan banyak darah bisa menghasilkan darah yang cukup untuk menggantikannya lagi. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, darah buatan ini akan diujicobakan pada manusia.
Pesan Dibalik Uang Dollar Amerika
Pernah denger tragedi 11 September nggak? Kalau yang hobi nonton televisi dan jalan-jalan berkeliling dunia maya pasti tahu apa tragedi 11 September itu. Tragedi 11 September yaitu peristiwa tertabraknya dua buah pesawat milik Amerika Serikat ke menara kembar World Trade Center yang merupakan serangan bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok islam militant Al-Qaeda pada tanggal 11 September 2001. Menara tersebut runtuh dalam waktu dua jam. Dalam tragedi tersebut 6.000 orang terluka dan hampir 3.000 orang tewas.
Tahukah kalian bahwa sebenarnya tragedi tersebut telah dipesankan dalam lembaran uang dollar Amerika yang selama 452 tahun belum pernah direvisi.
Dimulai dari mata uang 20 dollar. coba lipat uang itu menjadi seperti ini:
Perhatikanlah gambar yang dilingkari itu. Itu adalah gambar sebuah gedung yang berasap yang notabenenya adalah Pentagon setelah tertabrak American Airlanes penerbangan 77.
Tak cukup hanya peristiwa tertabraknya Pentagon saja, di dalam lembaran mata uang 20 dollar terdapat pula pesan mengenai tragedi the twins tower.
Cermatilah…
Dalam lipatan uang tersebut tergambar the twins tower yang berasap setelah tertabrak American Airlanes yang menabrak bagian kiri menara setelah meluncur dari bagian kanan sedangkan Airlanes penerbangan 175 menabrak menara bagian kiri setelah meluncur dari bagian kanan. Mengapa bisa seperti itu, padahal kita tahu bahwa kedua perusahaan penerbangan tersebut belum berdiri 452 tahun yang lalu. Bahkan 452 tahun yang lalu itu pembangunan pentagon dan the twins tower pun belum direncanakan.
Tidak cukup itu saja, masih dalam lembaran uang 20 dollar berkode 911 terkuak juga kejanggalan yaitu ditemukannya nama OSAMA.
Dibalik kode 911 uang tersebut masih juga mengandung sebuah pertanyaan. 911 sama dengan September 11. Bagaimana bisa??? Untuk rahasia dibalik 20 Dolar ini, bisa ditemukannya dari kode : 911 (September 11) >> 9 + 11 = 20 Jadinya 20 Dolar!
Beralih ke mata uang 5 dolar. Dalam mata uang tersebut terkuak juga kejanggalan yaitu tergambar dua buah menara yang berasap.
Selanjunya kita menilik lembaran 10 dollar Amerika,50 dollar Amerika dan 100 dolar Amerika.

Tak berapa lama di ketahui bahwa tragedy tersebut merupakan serangan bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok islam militan Al-Qaeda yang membajak empat pesawat, yaitu American Airlanes penerbangan 11 yang menabrak Menara World Trade Center bagian utara, United Airlanes penerbangan 175 yang menabrak Menara World Trade Center bagian Selatan, American Airlanes penerbangan 77 yang menabrak gedung Pentagon, dan United Airlanes penerbangan 93 yang menabrak ke tanah.
Tiga tahun berlalu tepatnya sebelum pemilihan presiden tahun 2004 dilaksanakan, terdapat rekaman video, Osama Bin Laden mengakui keterlibatan Al-Qaeda dalam tragedi 11 September tersebut bahkan di ajuga mengakui bahwa dirinyalah yang memimpin langsung 19 pembajak tersebut.
Melalui pernyataan lansung Osama Bin Laden tersebut diketahui bahwa dalang dari peristiwa tersebut adalah dirinya.
Fosil Nyamuk 46 Juta Tahun: Memang Penghisap Darah
Saat menggali di daerah pegunungan Montana, AS, tak sengaja tim ilmuwan dari National History Museum Smithsonian menemukan fosil nyamuk yang terbungkus baik di dalam serpihan batu lumpur.
Setelah diteliti, mereka menyatakan bahwa fosil nyamuk yang ditemukan diperkirakan hidup di pertengahan Zaman Eosen, yaitu sekitar 56 sampai 33,9 juta tahun lalu. Zaman Eosen terkenal dengan periode di mana konsentrasi karbon di atmosfer sangat rendah, sehingga menyebabkan kepunahan besar di Bumi.
"Temuan ini menunjukkan bahwa nyamuk telah menghisap darah selama jutaan tahun lalu. Itu dibuktikan dengan adanya darah di dalam perut nyamuk yang masih terawat dengan baik," kata Dr Dale Greenwalt, Paleobiologist dari National History Museum Smithsonian.
Menarik, fosil nyamuk tersebut masih menyimpan darah yang dikonsumsi dari mangsanya. Sehingga menimbulkan rasa penasaran para ahli, mahluk jenis apa yang dihisap darahnya.
"Saat ini, kami belum mengetahui siapa yang menjadi mangsa nyamuk itu. Tim sedang meneliti lebih jauh zat besi yang ada di dalam di perut fosil nyamuk itu. Kami sangat penasaran nyamuk itu menghisap darah makhluk apa," ujar Greenwalt.
Hasil temuan pun kembali membuktikan bahwa molekul organik dapat diawetkan dalam waktu puluhan juta tahun.
Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
"Temuan ini menunjukkan bahwa nyamuk telah menghisap darah selama jutaan tahun lalu. Itu dibuktikan dengan adanya darah di dalam perut nyamuk yang masih terawat dengan baik," kata Dr Dale Greenwalt, Paleobiologist dari National History Museum Smithsonian.
Menarik, fosil nyamuk tersebut masih menyimpan darah yang dikonsumsi dari mangsanya. Sehingga menimbulkan rasa penasaran para ahli, mahluk jenis apa yang dihisap darahnya.
"Saat ini, kami belum mengetahui siapa yang menjadi mangsa nyamuk itu. Tim sedang meneliti lebih jauh zat besi yang ada di dalam di perut fosil nyamuk itu. Kami sangat penasaran nyamuk itu menghisap darah makhluk apa," ujar Greenwalt.
Hasil temuan pun kembali membuktikan bahwa molekul organik dapat diawetkan dalam waktu puluhan juta tahun.
Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Hari Penting
- 1 Januari: Tahun baru Masehi
- Maulid Nabi Muhammad SAW (Islam)
- Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
- Nyepi (Hindu)
- Jumat Agung (Kristen)
- Paskah (Kristen) -- selalu bertepatan dengan hari Minggu
- Kenaikan Yesus Kristus (Kristen)
- Waisak (Buddha)
- Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW (Islam)
- 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI
- Idul Fitri (Islam)
- Idul Adha (Islam)
- Tahun Baru Hijriyah (Islam)
- 25 Desember: Natal (Kristen)
10 Musisi Yang Terganggu Pendengarannya
Sejatinya musik terkait erat dengan pendengaran dan rasa. Elemen seni yang satu ini memang tercipta untuk didengarkan.
Begitupun peran penggubah lagu, aneh tentunya bila seorang komposer bisa membuat karya yang indah bila terganggu pendengarannya. Namun, tahukah kamu 10 musisi populer di bawah ini mengalami gangguan tersebut? Jangan kaget, ya...
Begitupun peran penggubah lagu, aneh tentunya bila seorang komposer bisa membuat karya yang indah bila terganggu pendengarannya. Namun, tahukah kamu 10 musisi populer di bawah ini mengalami gangguan tersebut? Jangan kaget, ya...
Beethoven (kelahiran 17 Desember 1770) akhirnya harus menerima keadaan "menikmati dunia nan sunyi" di umur 44 tahun (1814). Ya, pendengarannya terganggu dan terus mengalami kemunduran hingga tuli 100 persen. Nyatanya, dalam keterbatasan tersebut, Beethoven terus melahirkan karya-karya fenomenal seperti maha karya "9th Symphony" yang menjadi acuan wajib musisi klasik.
Tahu grup legendaris The Who? Nah, Pete lah sang maestro di belakang karya-karya gemilang grup ini. Ironis, dibalik kesuksesan The Who, Pete menuai derita saat pendengarannya tergangu. Ditengarai, kebiasaan mendengar musik dengan kapasitas desibel yang keras membuat daya pendengarannya berkurang.
Gitaris blues dengan julukan "slow hand" ini sudah sangat mendunia. Berbagai hits semacam "Layla" atau "Tears in Heaven" menempatkannya di jajaran gitaris blues papan atas.
Sebagai seorang rockstar, terbiasa akrab dengan obat-obatan dan alkohol memperparah penyakit tinnitus yang dideritanya. Walhasil, akibatnya sekarang ia pun terganggu pendengarannya.
Tepat rasanya menyebut si Mr. Clapton dengan julukan ini: Live hard, rocked hard, and now he's hard of hearing....
Sebagai seorang rockstar, terbiasa akrab dengan obat-obatan dan alkohol memperparah penyakit tinnitus yang dideritanya. Walhasil, akibatnya sekarang ia pun terganggu pendengarannya.
Tepat rasanya menyebut si Mr. Clapton dengan julukan ini: Live hard, rocked hard, and now he's hard of hearing....
Inilah dia gitaris progresive rock paling piawai sejagad, sehingga Rolling Stone mendapuknya di peringkat 19 gitaris terhebat sepanjang masa. Seperti Pete Townshed, terlalu akrab dengan suara bising dari perangkat sound juga memperburuk penyakit tinnitus yang dideritanya.
Siapa musisi di era modern yang mengalami gangguan pendengaran sejak awal? Tepat, Brian Wilson. Ia mengalami ketulian di telinga kanannya sejak lama. Meskipun dalam kondisi ini, bersama grupnya, The Beach Boys, Wilson berhasil menelurkan album fenomenal "Pet Sounds" yang sangat terkenal.
6. Will.I.Am

6. Will.I.Am

Dunia harus mengakui pengaruh seorang will.i.am telah merevolusi musik industri. Bersama Black Eyed Peas, namanya terus melambung. Belum lagi perannya sebagai produser yang semakin mengkilapkan nama Michacel Jackson, Rihanna, hingga Britney Spears.
Siapa sangka, ia mengakui pendengarannya terganggu. Bila keadaan sunyi, selalu mendengar suara berdering yang menyakitkan. Uniknya, gangguan tersebut justru menginspirasinya menciptakan karya-karya baru.
7. George Martin

Siapa sangka, ia mengakui pendengarannya terganggu. Bila keadaan sunyi, selalu mendengar suara berdering yang menyakitkan. Uniknya, gangguan tersebut justru menginspirasinya menciptakan karya-karya baru.
7. George Martin

Bagi Beatlemania, namanya sudah tak asing lagi. George Martin adalah produser grup legendaris The Beatles. Begitu kental pengaruhnya, ia sempat disebut-sebut sebagai "anggota ke-5" The Beatles.
Pada akhirnya, George Martin harus pensiun dari dunia musik yang telah membesarkan namanya karena pendengarannya semakin terganggu.
8. Phil Collins

Pada akhirnya, George Martin harus pensiun dari dunia musik yang telah membesarkan namanya karena pendengarannya semakin terganggu.
8. Phil Collins

"Another Day in Paradise", "Easy Lover", "Groovy Kind of Love", "You'll Be in My Heart", dan banyak lagi karyanya yang menembus puncak tangga lagu dunia. Bersama Genesis maupun penyanyi solo, ia diakui sebagai maestro.
Sayangnya, Phill akhirnya harus pensiun dan tak akan pernah lagi melakukan tour karena kondisi pendengarannya semakin parah belakangan ini.
Sayangnya, Phill akhirnya harus pensiun dan tak akan pernah lagi melakukan tour karena kondisi pendengarannya semakin parah belakangan ini.
Menyebut mbah metal, ya harus mengakui nama Ozzy Osbourne. Sejak bersama Black Sabbath hingga solo karier, Ozzy selalu menarik perhatian penggila rock. Namanya bahkan diabadikan pada gelaran Ozzfest.
Bagaimanapun, sang "The Wizard of Ozz" ini akhinya juga menderita gangguan dengar. Bila ingin tahu lebih banyak, cari tahu di film seri "The Osbournes".
Bagaimanapun, sang "The Wizard of Ozz" ini akhinya juga menderita gangguan dengar. Bila ingin tahu lebih banyak, cari tahu di film seri "The Osbournes".
Yang terakhir ada nama Neil Young dalam daftar ini. Sebagai musisi dan penulis lagu nan produktif (ia mencipta lebih dari 30 album) membuatnya terpilih masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame.
Seperti musisi-musisi di daftar sebelumnya, Neil Young menderita tinnitus, yang akhirnya mengganggu pendengarannya.
Seperti musisi-musisi di daftar sebelumnya, Neil Young menderita tinnitus, yang akhirnya mengganggu pendengarannya.
Kulkas Raksasa Di Negara Iran Kuno
Sebelum penemuan kulkas, es adalah komoditas berharga yang tidak bisa dengan mudah diperoleh atau dibuat, terutama selama musim panas. Untuk mengawetkan daging dan bahan makanan lainnya blok besar es harus diimpor jauh-jauh dari negara-negara Skandinavia dalam lingkaran Arktik.
Misalnya di Eropa, es didatangkan dari Norwegia. Di Rusia, mereka memperolehnya dari Sungai Neva, dan di India mengambil dari pegunungan Himalaya.
Misalnya di Eropa, es didatangkan dari Norwegia. Di Rusia, mereka memperolehnya dari Sungai Neva, dan di India mengambil dari pegunungan Himalaya.
Iran, dengan iklim cukup ekstrim yang susah air walau saat musim dingin sekalipun, mempunyai cara yang unik dan pintar dalam mempertahankan es yang mereka impor. Mereka mempunyai bangunan khusus layaknya kulkas raksasa yang bisa menjaga es tetap tersedia sepanjang tahun.
Selama musim dingin, es dan salju dibawa ke dalam rumah es tersebut, dikemas dengan jerami dan serbuk gergaji. Rumah-rumah es macam ini mulai dibangun sejak abad 17 SM. Terbuat dari lumpur yang dibentuk jadi batu bata. Berbentuk kubah dan di bagian dalamnya membentuk sumur yang dalam.
Selama musim dingin, es dan salju dibawa ke dalam rumah es tersebut, dikemas dengan jerami dan serbuk gergaji. Rumah-rumah es macam ini mulai dibangun sejak abad 17 SM. Terbuat dari lumpur yang dibentuk jadi batu bata. Berbentuk kubah dan di bagian dalamnya membentuk sumur yang dalam.
Selain sebagai tempat pendinginan, masyarakat Iran kala itu bisa membuat es sendiri. Di belakang rumah es ada saluran untuk menuang air ke dalamnya selama musim dingin. Karena terlindung, air tersebut membeku. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga musim panas tiba dan ada persediaan es yang cukup.
Terdapat lebih dari 100 rumah es di seluruh Iran, namun kini banyak yang rusak. Bahkan beberapa hanya dijadikan tempat pembuangan sampah.
Terdapat lebih dari 100 rumah es di seluruh Iran, namun kini banyak yang rusak. Bahkan beberapa hanya dijadikan tempat pembuangan sampah.
Gambar Animasi Di Temukan di Gua Prasejarah
Seni menggambar kartun animasi ternyata sudah ada sejak zaman prasejarah. Walau masih sederhana, namun tekniknya serupa dengan animasi di masa sekarang. Gambar tersebut ditemukan oleh dua orang peneliti asal Perancis.
Mereka adalah Marc Azema dari University of Toulouse-Le Mirail dan seorang seniman bernama Florent Rivere. Menemukan gambar tersebut di gua Chauvet, yang terletak di komplek gua Lascaux di barat daya Perancis.

Jika dilihat secara teliti, gambar tersebut membentuk rangkaian layaknya animasi. Mereka berpendapat, jika dilihat di bawah cahaya api, maka gambar-gambar tersebut tampak seperti hewan yang sedang bergerak.
Penemuan ini juga dipercaya bahwa manusia prasejarah telah menciptakan teknik thaumatropes, gambar bersisi ganda yang bisa diputar untuk membentuk sebuah animasi. Jauh sebelum John Hershel mengklaim telah menciptakan thaumatropes di tahun 1825.

Azema yang sudah 20 tahun meneliti teknik animasi zaman batu ini telah mengidentifikasi 53 lukisan yang terdapat di 12 gua di Perancis. Rangkaian gambar itu membentuk gerakan, seperti gerakan hewan berlari, menggerakan kepala dan menggoyangkan ekor.
Dikutip dari dailymail.co.uk, ia mengatakan, "Ada sekitar 20 gambar hewan, terutama kuda yang memiliki beberapa kepala, kaki, atau ekor. Ketika lukisan ini dilihat dan diterangi dengan cahaya obor yang berkedip-kedip, maka efek animasinya akan sempurna."
Mereka adalah Marc Azema dari University of Toulouse-Le Mirail dan seorang seniman bernama Florent Rivere. Menemukan gambar tersebut di gua Chauvet, yang terletak di komplek gua Lascaux di barat daya Perancis.

Jika dilihat secara teliti, gambar tersebut membentuk rangkaian layaknya animasi. Mereka berpendapat, jika dilihat di bawah cahaya api, maka gambar-gambar tersebut tampak seperti hewan yang sedang bergerak.
Penemuan ini juga dipercaya bahwa manusia prasejarah telah menciptakan teknik thaumatropes, gambar bersisi ganda yang bisa diputar untuk membentuk sebuah animasi. Jauh sebelum John Hershel mengklaim telah menciptakan thaumatropes di tahun 1825.

Azema yang sudah 20 tahun meneliti teknik animasi zaman batu ini telah mengidentifikasi 53 lukisan yang terdapat di 12 gua di Perancis. Rangkaian gambar itu membentuk gerakan, seperti gerakan hewan berlari, menggerakan kepala dan menggoyangkan ekor.
Dikutip dari dailymail.co.uk, ia mengatakan, "Ada sekitar 20 gambar hewan, terutama kuda yang memiliki beberapa kepala, kaki, atau ekor. Ketika lukisan ini dilihat dan diterangi dengan cahaya obor yang berkedip-kedip, maka efek animasinya akan sempurna."
Jajanan Anak Tahun 90'an
JAJANAN 90an
Jajan, adalah salah satu kebiasaan anak-anak setelah main dan nonton kartun. di sekolah jajan ampe di rumah juga jajan lagi. Namanya juga anak-anak, pasti selalu terpancing dengan namanya yang manis dan gurih serta yang warnanya aneh-aneh dan mencolok mata. Nah beda zaman beda juga jajanan. di era 90an banyak jenis jajanan yang meramaikan dunia anak-anak waktu itu. dari yang tradisional ampe yang modern. nah apa aja jajanan-jajanan itu? yuk kit ingat kembali...
*cling-cling-cling* (sound efek menghayal)
A. CHIKI BALL & FRIENDS
snack produksi Indofood ini adalah salah satu snack yang di gemari di era 90an, selain rasa ayam nya yang gurih dan cokelatnya yang lezat. CHIKI memiliki daya tarik yaitu TAZOS! ya di dalam setiap kemasan chiki ada hadiah berupa kepingan TAZOS, mainan kreatif dengan gambar tokoh kartun looney tunes ampe Pokemon sama kartu liapat yang berisi komik disney.. lupa gue namanya apa.

B. MAMIE (kalo gak salah)
Mungkin ini cikal bakal nya Mie remes di zaman sekarang, bungkusnya kecil berupa sachet kecil, di dalamnya adalah mie kering yang gurih banget, harganya 50 rupiah
C. MILKLET
Permen rasa susu ini weank'e poll! bungkusnya ijo dengan gambar sapi di tengahnya.
D. JAGOAN NEON
Kojak, Tomcat, Punk dan Flash 4 jagoan ini turut mewarnai dunia anak-anak 90an. gara-gara permen ini dengan bangganya kita memaerkan lidah kita yang berwarna warni sesuai 4 karakter jagoan neon. tiap bungkusnya terdiri dari 4 buah permen dan bonus sebuah kartu permainan yang berisi cerita dan sejarah ke empat jagoan ini.
E. WAFER SUPERSTAR
ini wafer cokelat paling populer, era 90an, meski ada saingan kayak Silver quen, tapi wafer ini berhasil berjaya, dikarenakan harganya yang murah meriah. Cokelatnya biasanya meleleh di dalem bungkusnya... jadilah ritual kita buat menjilati cokelat-cokelat di dalamnya. wahahahaha sikat habis mang!
F. COKELAT PAYUNG
bentuknya payung, ada yang rasa coklat doank, tapi ada juga yang campran rasa cokelat dan stroberi.
G. MR. SARMENTO
ini permen rasanya unik deh... lupa rasa apa, tapi kayaknya campuran antara coca-cola dan root beer gitu. iklannya asik
H. GO GO JUICE
minuman juice dalam kemasan saingan nya Mr. Jussie, ada 3 rasa, ANGGUR, ORANGE sama APEL kalo gak salah... ini produk mana ya? kok udah gak ada lagi?
I. SUGUS
permen dari swiss ini adalah salah satu permen kedoyanan anak-anak 90an... dan di masa ini lah Sugus mencapai kejayaannya, iklannya dimana-mana, dari TV ampe majalah bobo, satu pack berisi berbagai macam rasa buah
J.WHITE RABBIT
wow permen yang udah ada sejak 20 taun yg lalu ini emang unik banget, di atas permenya terdapat lapisan tipis seperti pembungkus yang ternyata bisa di makan yummy... deh. (dan selama 90an kita tanpa sadar udah pernah merasakan melamin wahahahaha)
K. ANAK MAS
salah satu cikal bakal mi remes nih... makananya anak indonesia katanya, padahal dengan kandungan MSG yang ada efeknya menghasilkan kebodohan yang luar biasa wakakakakak!
L. COKELAT AYAM
setelah makan ini diharap jangan tebar senyum ke gadis-gadis... lengket abis
M. PERMEN KARET YOSAN
dengan ngumpulin huruf Y-O-S-A-N yang ada di tiap bungkusnya, konon kita bisa dapet hadiah sepeda loh..., tapi entahlah, selama aku mengumpulkannya tak pernah ada tuh huruf N.
L. PERMEN DREAMY
kecil kecil, kulitnya crunchy, isinya kayak pasta gitu, Rasanya Black forest sama rasa apa ya satunya...?
M. CHOKI-CHOKI
panjang... panjang... panjaaaaaaaaaang.....

N. PAGODA PASTILES
lebih dari sekedar permen nih, pelega tenggorokan dan kalengnya bisa dikoleksi

O. INDOMIE, MIE SAKURA,
harganya jaman itu masih 300 rupiah buat sakura 200 rupiah, makanya di rebus atau kering, kalo mienya udah habis, bumbunya di jliatin. Kalo ada temen yang doyan minta, bungkus mienya di cengkeram kuat-kuat biar si parasit dapetnya dikit huehehehe.
P. INDOMIE MIE SIRAM
Sebuah konsep mie yang aneh... mienya gak direbus, yang dimasak cuman bumbunya terus di siramin ke mie yang kering itu... kriuk...kriuk... gitu deh makananya.
Q. LOTTE BUBBLE GUM
kalo gak salah lotte yang ini ada hadiah hadiah gitu robot atau apa ya...?

R. PINDY MINT
permen ini memperkenalkan sebuah jargon yang ampe sekarang masih dipake yaitu "dingin-dingin empuk..."
M. CUP CUP POP
ni permen unik banget, bentuknya lolipop, terus di dalamnya ada serbuk segarnya... wuih dingin bo!
N. ES MONI
ini pionir es mambo/ es kue modern, tiap yang jualan es batu pasti jualan es moni.
O. PERMEN JAHE
kenyal-kenyal gitu, tapi pedes hadiahnya stiker tatto produk mana gak tau, china apa endonesa sih?

*cling-cling-cling* (sound efek menghayal)
A. CHIKI BALL & FRIENDS
snack produksi Indofood ini adalah salah satu snack yang di gemari di era 90an, selain rasa ayam nya yang gurih dan cokelatnya yang lezat. CHIKI memiliki daya tarik yaitu TAZOS! ya di dalam setiap kemasan chiki ada hadiah berupa kepingan TAZOS, mainan kreatif dengan gambar tokoh kartun looney tunes ampe Pokemon sama kartu liapat yang berisi komik disney.. lupa gue namanya apa.

B. MAMIE (kalo gak salah)
Mungkin ini cikal bakal nya Mie remes di zaman sekarang, bungkusnya kecil berupa sachet kecil, di dalamnya adalah mie kering yang gurih banget, harganya 50 rupiah
C. MILKLET
Permen rasa susu ini weank'e poll! bungkusnya ijo dengan gambar sapi di tengahnya.
D. JAGOAN NEON
Kojak, Tomcat, Punk dan Flash 4 jagoan ini turut mewarnai dunia anak-anak 90an. gara-gara permen ini dengan bangganya kita memaerkan lidah kita yang berwarna warni sesuai 4 karakter jagoan neon. tiap bungkusnya terdiri dari 4 buah permen dan bonus sebuah kartu permainan yang berisi cerita dan sejarah ke empat jagoan ini.
E. WAFER SUPERSTARini wafer cokelat paling populer, era 90an, meski ada saingan kayak Silver quen, tapi wafer ini berhasil berjaya, dikarenakan harganya yang murah meriah. Cokelatnya biasanya meleleh di dalem bungkusnya... jadilah ritual kita buat menjilati cokelat-cokelat di dalamnya. wahahahaha sikat habis mang!
F. COKELAT PAYUNGbentuknya payung, ada yang rasa coklat doank, tapi ada juga yang campran rasa cokelat dan stroberi.
G. MR. SARMENTOini permen rasanya unik deh... lupa rasa apa, tapi kayaknya campuran antara coca-cola dan root beer gitu. iklannya asik
H. GO GO JUICEminuman juice dalam kemasan saingan nya Mr. Jussie, ada 3 rasa, ANGGUR, ORANGE sama APEL kalo gak salah... ini produk mana ya? kok udah gak ada lagi?
I. SUGUS
permen dari swiss ini adalah salah satu permen kedoyanan anak-anak 90an... dan di masa ini lah Sugus mencapai kejayaannya, iklannya dimana-mana, dari TV ampe majalah bobo, satu pack berisi berbagai macam rasa buah
J.WHITE RABBITwow permen yang udah ada sejak 20 taun yg lalu ini emang unik banget, di atas permenya terdapat lapisan tipis seperti pembungkus yang ternyata bisa di makan yummy... deh. (dan selama 90an kita tanpa sadar udah pernah merasakan melamin wahahahaha)
K. ANAK MASsalah satu cikal bakal mi remes nih... makananya anak indonesia katanya, padahal dengan kandungan MSG yang ada efeknya menghasilkan kebodohan yang luar biasa wakakakakak!
L. COKELAT AYAMsetelah makan ini diharap jangan tebar senyum ke gadis-gadis... lengket abis
M. PERMEN KARET YOSANdengan ngumpulin huruf Y-O-S-A-N yang ada di tiap bungkusnya, konon kita bisa dapet hadiah sepeda loh..., tapi entahlah, selama aku mengumpulkannya tak pernah ada tuh huruf N.
L. PERMEN DREAMYkecil kecil, kulitnya crunchy, isinya kayak pasta gitu, Rasanya Black forest sama rasa apa ya satunya...?
M. CHOKI-CHOKI
panjang... panjang... panjaaaaaaaaaang.....

N. PAGODA PASTILES
lebih dari sekedar permen nih, pelega tenggorokan dan kalengnya bisa dikoleksi

O. INDOMIE, MIE SAKURA,
harganya jaman itu masih 300 rupiah buat sakura 200 rupiah, makanya di rebus atau kering, kalo mienya udah habis, bumbunya di jliatin. Kalo ada temen yang doyan minta, bungkus mienya di cengkeram kuat-kuat biar si parasit dapetnya dikit huehehehe.
P. INDOMIE MIE SIRAM
Sebuah konsep mie yang aneh... mienya gak direbus, yang dimasak cuman bumbunya terus di siramin ke mie yang kering itu... kriuk...kriuk... gitu deh makananya.
Q. LOTTE BUBBLE GUM
kalo gak salah lotte yang ini ada hadiah hadiah gitu robot atau apa ya...?
R. PINDY MINT
permen ini memperkenalkan sebuah jargon yang ampe sekarang masih dipake yaitu "dingin-dingin empuk..."
M. CUP CUP POPni permen unik banget, bentuknya lolipop, terus di dalamnya ada serbuk segarnya... wuih dingin bo!
N. ES MONI
ini pionir es mambo/ es kue modern, tiap yang jualan es batu pasti jualan es moni.
O. PERMEN JAHE
kenyal-kenyal gitu, tapi pedes hadiahnya stiker tatto produk mana gak tau, china apa endonesa sih?

Alasan Kita Susah Mengingat Masa Bayi
Orang yang sering berbicara dua bahasa rupanya memberi banyak manfaat buat otak. Dari hasil pemindaian citra otak, maka penggunaan otak jadi lebih efisien.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.
Percobaan
Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.
Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.
Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.
"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.
Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.
Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.
Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.
Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.
"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.
Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.
Mau melatih otak secara efisien, seringlah berbicara bilingual
Orang yang sering berbicara dua bahasa rupanya memberi banyak manfaat buat otak. Dari hasil pemindaian citra otak, maka penggunaan otak jadi lebih efisien.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.
Percobaan
Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.
Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.
Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.
"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.
Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.
Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.
Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.
Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.
"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.
Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.
Otak Langsung Ngadat Saat Berhadapan Dengan Aturan Baru
Jakarta, Bagi otak manusia, mempelajari tugas atau aktivitas baru merupakan hal yang cukup menyusahkan. Bahkan dalam proses adaptasinya, otak akan mendorong Anda untuk melakukan banyak kesalahan secara berulang-ulang.
Hal ini diungkap sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Michigan State University.

"Bayangkan jika Anda bepergian ke sejumlah negara di Eropa dan tiba-tiba harus mengemudi mobil di sebelah kiri jalan. Padahal otak Anda telah terlatih mengemudi di sebelah kanan jalan sehingga ketika 'dipaksa' untuk mengemudi di sisi sebaliknya otak menjadi terbebani karena harus menekan aturan lama sekaligus mencoba memfokuskan diri pada aturan baru," ujar Hans Schroder, peneliti utama studi ini.
"Ada begitu banyak konflik dalam otak sehingga Anda membuat kesalahan yang tidak Anda sadari seperti lupa menyalakan lampu tanda bahaya dan membuat kesalahan yang sama selama beberapa kali. Apa yang Anda pelajari di awal akan sangat sulit untuk ditekan jika aturannya berubah," tambahnya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cognitive, Affective & Behavioral Neuroscience ini merupakan yang pertama kalinya menunjukkan bagaimana otak merespons kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika otak harus beradaptasi dengan peraturan baru.
Partisipan diminta melakukan tes komputer untuk mengenali huruf yang berada di tengah sederetan huruf lainnya seperti 'NNMNN' atau 'MMNMM'. Jika huruf 'M' berada di tengah maka partisipan diminta untuk menekan tombol kiri, sebaliknya jika yang di tengah adalah huruf 'N' maka partisipan diminta menekan tombol kanan.
Setelah melakukan 50 kali percobaan, aturannya dibalik sehingga partisipan harus menekan tombol kanan jika huruf 'M' di tengah dan tombol kiri jika huruf 'N' di tengah.
Hasilnya, partisipan melakukan kesalahan berulang-ulang ketika aturannya dibalik yang menunjukkan bahwa partisipan tidak belajar dari kesalahannya. Selain itu, topi khusus yang digunakan untuk mengukur aktivitas otak partisipan menunjukkan bahwa mereka kurang menyadari kesalahannya.
Ketika partisipan memberikan respons yang benar setelah aturannya berubah, otak terlihat harus bekerja lebih keras daripada ketika menggunakan peraturan sebelumnya.
"Kami mengira mereka akan melakukan tugas lebih baik dari waktu ke waktu. Namun setelah aturannya diubah mereka malah melambat dan makin tak akurat sepanjang menjalani tugas dan tampaknya tak bisa menguasainya dengan baik," ujar Schroder yang juga mahasiswa pascasarjana di Departemen Psikologi, MSU seperti dilansir dari healthcanal.
"Padahal jika kesalahan semacam ini dilakukan secara terus-menerus di lingkungan kerja dapat mengakibatkan frustasi, kelelahan bahkan kecemasan dan depresi," tandas peneliti lain, Jason Moser, asisten profesor psikologi dan direktur Clinical Psychophysiology Lab, MSU.
Temuan ini menunjukkan bahwa ketika Anda memikirkan beberapa hal sekaligus, terutama saat multitasking maka Anda akan cenderung membuatnya menjadi berantakan.
Oleh karena itu butuh usaha dan latihan lebih banyak agar Anda bisa belajar kesalahan sekaligus tetap fokus.
Hal ini diungkap sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Michigan State University.
"Bayangkan jika Anda bepergian ke sejumlah negara di Eropa dan tiba-tiba harus mengemudi mobil di sebelah kiri jalan. Padahal otak Anda telah terlatih mengemudi di sebelah kanan jalan sehingga ketika 'dipaksa' untuk mengemudi di sisi sebaliknya otak menjadi terbebani karena harus menekan aturan lama sekaligus mencoba memfokuskan diri pada aturan baru," ujar Hans Schroder, peneliti utama studi ini.
"Ada begitu banyak konflik dalam otak sehingga Anda membuat kesalahan yang tidak Anda sadari seperti lupa menyalakan lampu tanda bahaya dan membuat kesalahan yang sama selama beberapa kali. Apa yang Anda pelajari di awal akan sangat sulit untuk ditekan jika aturannya berubah," tambahnya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cognitive, Affective & Behavioral Neuroscience ini merupakan yang pertama kalinya menunjukkan bagaimana otak merespons kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika otak harus beradaptasi dengan peraturan baru.
Partisipan diminta melakukan tes komputer untuk mengenali huruf yang berada di tengah sederetan huruf lainnya seperti 'NNMNN' atau 'MMNMM'. Jika huruf 'M' berada di tengah maka partisipan diminta untuk menekan tombol kiri, sebaliknya jika yang di tengah adalah huruf 'N' maka partisipan diminta menekan tombol kanan.
Setelah melakukan 50 kali percobaan, aturannya dibalik sehingga partisipan harus menekan tombol kanan jika huruf 'M' di tengah dan tombol kiri jika huruf 'N' di tengah.
Hasilnya, partisipan melakukan kesalahan berulang-ulang ketika aturannya dibalik yang menunjukkan bahwa partisipan tidak belajar dari kesalahannya. Selain itu, topi khusus yang digunakan untuk mengukur aktivitas otak partisipan menunjukkan bahwa mereka kurang menyadari kesalahannya.
Ketika partisipan memberikan respons yang benar setelah aturannya berubah, otak terlihat harus bekerja lebih keras daripada ketika menggunakan peraturan sebelumnya.
"Kami mengira mereka akan melakukan tugas lebih baik dari waktu ke waktu. Namun setelah aturannya diubah mereka malah melambat dan makin tak akurat sepanjang menjalani tugas dan tampaknya tak bisa menguasainya dengan baik," ujar Schroder yang juga mahasiswa pascasarjana di Departemen Psikologi, MSU seperti dilansir dari healthcanal.
"Padahal jika kesalahan semacam ini dilakukan secara terus-menerus di lingkungan kerja dapat mengakibatkan frustasi, kelelahan bahkan kecemasan dan depresi," tandas peneliti lain, Jason Moser, asisten profesor psikologi dan direktur Clinical Psychophysiology Lab, MSU.
Temuan ini menunjukkan bahwa ketika Anda memikirkan beberapa hal sekaligus, terutama saat multitasking maka Anda akan cenderung membuatnya menjadi berantakan.
Oleh karena itu butuh usaha dan latihan lebih banyak agar Anda bisa belajar kesalahan sekaligus tetap fokus.
Ilmuwan menemukan cara menghidupkan orang yang telah meninggal
Para ilmuwan memiliki gagasan tentang cara untuk menyadarkan seseorang yang sudah dinyatakan meninggal. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan New York Academy of Science, menghadirkan Dr Sam Parnia dari State University of New York di Stony Brook, Stephan Meyer dari Columbia University, dan Lance Becker dari University of Pennsylvania.

Dalam pertemuan itu dibahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen.
Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian. Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas.
Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.
Kematian total, kiranya bisa dikatakan demikian, baru terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian.

Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.
Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen.
Diberitakan Huffington Post, kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya 37 derajat celsius.
Berdasarkan studi, hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan.
Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen. Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak.

Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Amerika Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil.
Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.
Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otak. Siapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi lebih komprehensif?
Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa lama kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.
Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan.
Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa dilakukan.
Dalam pertemuan itu dibahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen.
Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian. Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas.
Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.
Kematian total, kiranya bisa dikatakan demikian, baru terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian.
Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.
Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen.
Diberitakan Huffington Post, kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya 37 derajat celsius.
Berdasarkan studi, hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan.
Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen. Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak.
Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Amerika Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil.
Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.
Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otak. Siapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi lebih komprehensif?
Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa lama kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.
Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan.
Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa dilakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)





















